SELAMAT ULANG TAHUN KE 46 PADA 17 JUNI 2010 SEMOGA PANJANG UMUR DAN TETAP SEHAT SERTA SUKSES SELALU

Minggu, 05 April 2009

berita

Solo, Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Bambang Sudibyo mengatakan, dalam sertifikasi guru ditargetkan selesai tahun 2015 dan tahun 2014 semua guru harus lulusan S1.
Persyaratan tersebut untuk meningkatkan mutu pendidikan, kata Bambang Sudibyo dalam dialog publik pendidikan di Balaitawangarum Kompleks perkantoran Balai Kota Surakarta, Rabu (1/4).
Ia mengatakan, jumlah guru sekarang ini mencapai 2,7 juta, sementara yang telah selesai S1 sebanyak 41 persen lebih dan yang melakukan sertifikasi tercatat 352 ribu.
Tunjangan profesi guru yang harus dibayar tahun ini sebesar Rp9,2 triliun. Sementara itu mengenai kuota sertifikasi guru dalam tahun 2009 sebanyak 310 ribu.
Mendiknas mengatakan, akhir-akhir ini ada keresahan di kalangan guru, karena akan dihentikan pembayaran tunjangan profesi Menteri Keuangan disebabkan tidak ada peraturan Presiden yang mengatur itu.
Para guru tidak usah khawatir mengenai itu, aturan tersebut sudah dibuat oleh Depdiknas dan diharapkan dalam bulan Juli 2009 sudah bisa selesai, katanya.
Menyinggung guru wiyata bhakti atau guru tidak tetap (GTT), Mendiknas mengatakan untuk pengangkatan guru ini menjadi pegawai negeri sipil (PNS) harus lewat tes sesuai formasi yang tersedia.
Guru Wiyata Bhakti atau GTT, di daerah-daerah memang masih diperlukan, untuk mengaturnya akan dikeluarkan mengenai peraturan tersebut termasuk dalam pembayaran gajinya, katanya.
Mengenai sekolah sembilan tahun wajib belajar gratis, dia mengatakan jangan diartikan terus semuanya tidak membayar karena telah ada dana biaya operasional sekolah (BOS).
Sementara ini ada salah persepsi di masyarakat program sekolah gratis apa-apa dibayar BOS. Jadi gratis itu ada batasnya, tidak semua terus gratis, ujarnya.
Untuk pelaksanaan sekolah gratis itu dari Pemerintah Pusat membantu dana lewat BOS, kalau ini tidak cukup bisa dibantu dari anggaran APBD Provinsi atau Pemerintah Kabupaten/Kota setempat.
Pelaksanaan sekolah gratis ini tidak bisa terus disamakan dari daerah satu dengan daerah lainnya dan dalam era otonomi daerah ini sesuai kekuatan keuangan daerah masing-masing, katanya.
Mendiknas mengatakan secara prinsif pelaksanaahn sekolah gratis di Jawa Tengah tidak ada masalah. Saya telah cek ke provinsi ini tidak ada persoalan hanya saja kekuatan daerah berbeda-beda.
Wakil Wali Kota Surakarta FX Hadi Rudyatmo mengatakan, ketika menjabat pertama sebagai Wakil Wali Kota Surakarta anggaran pendidikan Rp9 miliar dan tahun 2009 naik menjadi Rp40 miliar. (dik/ant) - Harian Umum Pelita-

Sambungan

Namun demikian masih ada jalan keluar dari berbagai hambatan tersebut,dengan tetap berusaha secara optimal dan sikap yang optimis untuk dapat membantu masyarakat memperoleh pendidikan dan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang lebih bermutu. Jalur pendidikan non formal yang merupakan salah satu jalur pendidikan sesuai UU Nomor 20 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa secara jelas terus dikembangkan dalam kerangka mewujudkan pendidikan berbasis masyarakat. Dengan pendidikan non formal diharapkan secara strategis dapat membantu mengatasi permasalahan pendidikan terutama dalam rangka menuntaskan wajib belajar 9 tahun.Untuk itu pada waktu sekarang dan yang akan datang secara terus menerus diupayakan dapat membantu program wajib belajar sampai 12 tahun melalui program pendidikan kesetaraan,baik Paket A,Paket B dan Paket C. PNF bertujuan memberi pelayanan pendidikan agar peserta didik dapat tumbuh dan berkembang ,agar peserta didik memiliki pengetahuan, ketrampilan, sikap mental yang diperlukan untuk mencari nafkah dan untuk mengembangkan kemampuan atau kompetensi serta memenuhi kebutuhan belajar masyarakat yang tidak dapat memperoleh pendidikan dalam jalur pendidikan formal.
Salah satu masalah dalam bidang pendidikan yang segera diselesaikan yaitu program wajib belajar 9 tahun dan berikutnya disusul program wajib belajar 12 tahun.Untuk peran pendidikan non formal dalam rangka program wajib belajar dapat melalui program kejar paket. Pendidikan kesetaraan yang merupakan salah satu jenis pendidikan nonformal yang berstruktur dan berjenjang. Pendidikan kesetaraan meliputi Program Paket A setara dengan SD, Paket B setara dengan SMP dan Paket C setara dengan SMA. Program ini mempunyai peranan penting dan sesuai dalam memberikan layanan pendidikan bagi mereka yang mempunyai masalah dalam berbagai hal pendidikan antara lain putus sekolah, kurang mampu, tinggal di daerah terpencil, anak jalanan, dan masyarakat diatas usia sekolah yang membutuhkan pendidikan kejar paket. Peserta didik lulusan kejar Paket A mempunyai hak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SD, berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMP untuk lulusan Paket B, dan lulusan Paket C berhak mendapat ijazah dan diakui setara dengan ijazah SMA.
Dalam pelaksanaan pembelajaran program kejar paket dengan ciri khas yang luwes dalam kurikulum, tempat belajar, peserta didik dan usia dan proses belajar dapat dilaksanakan dilingkungan masyarakat, kelompok belajar, satuan pendidikan yang sejenis. Maka dalam rangka perluasan dam pemerataan mutu pendidikan perlu segera secara bertahap ditingkatkan jangkauan pelayanan baik untuk kejar paket A,B, dan paket C. Namun sampai saat ini pelaksanaan kelompok belajar paket dalam kaitannya dengan wajib belajar yang 9 tahun saja masih belum mecapai hasil yang memuaskan , bahwa palaksanaan kelompok belajar paket B setara jenjang pendidikan SMP belum menggembirakan, karena sebagian besar kejar paket B dalam pembelajaran cukup mempriihatinkan. Apalagi untuk kejar paket C,juga tidak berbeda jauh dan masih perlu adanya peningkatan dalam proses pengelolaan dan proses pembelajarannya.
Beberapa kenyataan yang ada cukup memprihatinkan antara lain ;
Pertama, Tutor kejar paket menyatakan telah siap melaksanakan tugas kbm, namun sebagian tidak mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti RPP, promes. Perencanaan KBM selama 4 kali seminggu, namun sering tidak dapat berlangsung sesuai rencana karena sebagian peserta didik tidak hadir. Sistem pembelajaran yang sering digunakan dalam proses belajar masih klasikal yaitu ceramah, karena penggunaan berbagai metode yang lainnya misalnya dengan sistem modul masih sulit dilaksanakan secara optimal. Dengan metode yang sering digunakan masih konvensional ini karena jumlah modul yang ada tidak mencukupi. Penggunaan metode ini dilaksanakan, juga dikarenakan masih banyak tutor belum memperoleh pelatihan tutor. Selama proses belajar tutor jarang bahkan tidak pernah menggunakan alat peraga kecuali sarana papan tulis dan alat tulis. Hal ini terjadi karena alat peraga yang bisa digunakan untuk kegiatan pembelajaran tidak dapat digunakan secara optimal. Hal ini terjadi, karena alat peraga yang ada seperti LCD dan komputer ada diruang khusus,dan untuk dapat menggunakan hanya beberapa orang saja yang mampu,karena berbagai latar belakang pendidikan tutor yang masih belum memenuhi standar.
Kedua, peserta didik Kejar Paket kebanyakkan berusia diatas usia sekolah, untuk peserta paket A berlatar belakang pendidikan DO SD cukup besar dan, mereka mengikuti kegiatan belajar tersebut karena disamping kondisi ekonomi orang tua, juga karena di sekitar lokasi tidak ada kegiatan lembaga pendidikan setingkat baik SD / SMP yang bisa terjangkau dengan mudah,apalagi lembaga setingkat SMA.. Peserta didik tersebut, umumnya dengan status ekonomi kurang beruntung, atau berasal dari keluarga miskin dan pekerjaan orangtua sebagai buruh tani dan atau bekerja pada sektor yang tidak tetap. Orang tuanya sebagian besar berpendidikan SD dan bahkan tidak tamat sekolah sama sekali. Dengan keadaan dan kondisi tersebut merupakan bukti masih rendahnya kualitas dan motivasi untuk belajar.(lambang_pras_bersambung)
Ketiga , kondisi sarana prasarana belajar kejar paket seperti panti belajar biasanya dibalai desa atau pinjam sekolah dan banyak yang dirumah tutor dengan kondisi seadanya. Untuk buku - buku paket ataupun modul, serta buku paket penunjang dari segi kuantitas cukup untuk jumlah peserta didik , tetapi kualitasnya ada yang kurang memadai, sehingga masih perlu buku-buku pendamping yang lebih memadai dan melengkapi. Tetapi dalam pelaksanaannya dapat menimbulkan permasalahan lainnya, karena akan mempersulit dalam kegiatan belajar. Untuk sarana perpustakaan kejar paket hampir tidak ada yang memiliki dan kalaupun ada berupa buku-buku untuk pembelajaran apalagi laboratorium, pada semua kelompok belajar tidak ada. Untuk papan tulis, kapur, penghapus, meja, kursi, sudah cukuplayak , karena banyak menggunakan atau pinjam sekolah setempat. Dan untuk masalah administrasi kejar sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar seperti daftar hadir peserta didik ,daftar hadir tutor , buku tamu, buku inventaris dan bahan belajar masih banyak kelompok belajar kesetaraan belum tertip dan belum rapi.
Berbagai problematika dalam pendidikan tentunya harus perlu diselesaikan dengan segera secara mendasar dan menyeluruh. Hal ini hanya dapat direaliasikan dengan melakukan perbaikan secara menyeluruh dan bertahap Dimulai dari beberapa kelemahan yang ada pada sistem kurikulum serta kelemahan-kelemahan dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan dengan menggunakan strategi yang sesuai dan tepat sasaran. Karena pendidikan yang berkualitas rendah akan menagakibatkan kepribadian peserta didik semakin jauh dari apa yang diharapkan sesuai Undang-undang . Masih adanya perkelahian antar remaja, meningkatnya penyalahgunaan narkoba, dan adanya pergaulan bebas sebagai bukti bahwa pendidikan kurang berhasil membentuk peserta didik yang memiliki kepribadian. Selain itu, untuk mengatasi masalah komersialisasi pendidikan, perlu dilakukan langkah-langkah yang sistematis dengan merombak semua sistem pendidikan yang ada hingga paradigma ekonomi, sehingga seluruh masyarakat akan dapat menikmati hasil pendidikan dengan beaya ringan dan murah ,dan bermutu tinggi. Dengan demikian, akan melahirkan SDM yang berkepribadian dan berkualitas yang memiliki daya saing yang tinggi, yang mampu mengatasi berbagai tantangan .
Walaupun masih ada berbagai kendala, namun program kejar paket merupakan salah satu program yang sangat strategis untuk dapat membantu mengatasi berbagai permasalahan pendidikan sekarang ini. Hingga saat ini program kejar paket A saja masih banyak diminati seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah, Banten, Sulawesi Tengah dan Maluku. Di provinsi Jatim,Jabar,Jateng minat masyarakat masih sangat tinggi juga untuk mengikuti pendidikan kesetaraan paket B maupun kejar paket C.Untuk itu program perluasan akses dan peningkatan mutu pendidikan melalui pendidikan non formal ,khususnya program kejar paket masih perlu diadakan dan perlu ditingkatkan kualitasnya. Oleh karena itu, untuk meningkatkan kinerja pelayanan pendidikan ke depan mungkin perlu dipikirkan tentang kebijakan yang imbang antara in-put dan out-put serta upaya perbaikan kurikulum, peningkatan mutu pendidik dan perbaikan sistem evaluasi .

Sabtu, 04 April 2009

pendidikan sebagai kebutuhan pokok

Pendidikan merupakan sebuah kebutuhan bagi masyarakat yang ingin maju.Seperti halnya dengan kebutuhan-kebutuhan pokok yang lainnya yaitu sandang, pangan dan papan serta kebutuhan akan barang-barang sekunder dan mewah . Untuk itu tiap orang, agar dapat mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi serta komunikasi tidak akan lepas dari sektor pendidikan. Maka salah satu tugas negara dalam hal ini adalah meningkatkan mutu pendidikan bagi masyarakat, dengan harapan agar dapat meningkatnya kwalitas sumberdaya manusia. Karena sedikitnya sumber daya manusia yang bermutu dalam jangka waktu tertentu akan dapat terbentuknya dan menghasilkan peradaban yang tidak baik. Bagi bangsa yang ingin maju, maka harus ada upaya yang maksimal untuk dapat disebut sebagai bangsa yang berbudaya dan punya peradaban maju. Dan sebaliknya suatu bangsa dikatakan tidak maju bila peradaban dan kebudayaannya masih dalam taraf rendah. Salah satu hal yang mendorong kemajuan suatu bangsa yaitu tingginya kualitas sumber daya manusia yang ada dalam jumlah yang besar. Bahwa peradaban dan kebudayaan yang maju tidak datang dengan sendirinya melainkan harus dari manusia dan masyarakat sendiri untuk dapat menciptakan kreatifitas dan daya kreasi yang tinggi untuk suatu kemajuan peradaban dan budaya .
Bagaimana dengan pendidikan di negara kita ini,apakah sudah sesuai dengan yang diharapkan atau bahkan masih jauh tertinggal jauh dari negara lain? Gambaran sekilas setidaknya masih terlihat bahwa, masih banyak masyarakat yang belum dapat mengenyam pendidikan, masih mahalnya beaya pendidikan, dan masih rendahnya kualitas SDM yang dihasilkan , kondisi sosial ekonomi dan masih kurangnya peran aktif orang tua untuk menyekolahkan anak. Juga terbatasnya dana, sarana dan prasarana yang tersedia untuk menunjang kegiatan belajar . Tersedianya sarana yang prasarana pendidikan yang terbatas terutama di daerah-daerah pedesaan dan daerah terpencil , kurangnya tenaga pendidik untuk bidang studi tertentu, serta tidak sesuainya latar belakang pendidikan pendidik dengan bidang studi yang diampu .Beberapa wajah pendidikan itu merupakan hambatan bagi upaya peningkatan pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan (bersambung).